Iklan

KONSEP DAN SINTAK PEMBELAJARAN SCRAMBLE


Model pembelajaran scramble merupakan model pembelajaran dengan metode membagikan lembar berisi soal dan lembar berisi jawaban. Lembar jawaban yang dibagikan tidak hanya satu melainkan disertai beberapa alternatif jawaban lain. Peserta didik diharapkan mampu memasangkan lembar soal dengan lembar jawaban yang benar disertai cara penyelesaiannya.

 
Sintak alias langkah-langkah pembelajaran scramble terdiri atas 7 fase, yaitu
  1. menyampaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  2. mengorganisir peserta didik dalam kelompok-kelompok.
  3. menyajikan materi kepada peserta didik atau menyajikan bahan ajar kepada masing-masing kelompok.
  4. membagikan kartu soal dan kartu jawaban dan alternatifnya kepada masing-masing kelompok.
  5. masing-masing kelompok mengerjakan tugas yaitu mengerjakan soal pada kartu soal dan memilih jawaban yang benar pada kartu jawaban.
  6. melakukan evaluasi terkait dengan pembelajaran yang dilakukan.
  7. memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki hasil dan aktivitas terbaik.



 

Sumber:
Shoimin, A. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruuz Media.

Hariono, D. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Mata Pelajaran Fisika Pada Topik Listrik AC-DC. Other thesis, Universitas Negeri Gorontalo.

Qudsi FT, Istianah. 2017. Meningkatkan Aktivitas Belajar Fisika dengan “MOSCRA”. Jurnal Guru Dikmen, Vol. 2, No.1 . Jakarta.
 


3 Responses to "KONSEP DAN SINTAK PEMBELAJARAN SCRAMBLE"

  1. Model pembelajaran scramble kalau untuk kelas kecil (TK, SD, dan mungkin SMP kelas 7) saya setuju bu, metode ini pasti sangat menarik dan membangkitkan semangat belajar siswa. Tetapi bagaimana kalau kelas besar (Jenjang SMA).

    Mungkin ibu bisa bagikan pengalamannya saat memakai metode ini pada kelas besar (SMA).

    Bagaimana animo belajar dan hasil yang dicapai?

    Apakah tujuan pembelajarannya tercapai bu?

    Kemudian bagaimana dengan alokasi waktunya, kira - kira cukup atau tidak bu, saat ibu menerapkan teknik belajar jenis ini.

    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas Sharingnya bu, Salam!!!

    BalasHapus
  2. Metode ini efektifnya untuk materi seperti apa ya, dan untuk usia berapa yang paling bagus?

    BalasHapus
  3. Owing to behavioral and emotional immaturities, youngsters are weak to playing issues via social strain and advertisements . In a number of} high-income nations, the increased availability of legal playing has led to an increase 1xbet in underage playing and playing issues in young individuals . The issues talked about above could be observed in legal playing but are extra extreme in illegal playing .

    BalasHapus

Terima kasih atas saran dan kunjungannya